NIM. 432131110178
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang
Setidaknya ada dua
Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional yang pernah dimiliki Indonesia yaitu
Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional Nomor 2 tahun 1989 tentang Sistem
Pendidikan Nasional yang selanjutnya lebih di kenal dengan nama UUSPN. Dan yang
kedua Undang-undang No. 20 tahun 2003 tentang Sisten Pendidikan Nasional yang
selanjutnya lebih dikenal dengan nama UU SISDIKNAS, sebelum adanya kedua
Undang-undang yang mengatur tentang system pendidikan nasional, Indonesia hanya
memiliki Undang-undang tentang pokok-pokok pengajaran dan pendidikan yaitu
Undang-undang Nomor 4 tahun 1950.
Penyusun memilih Monumen
Nasional sebagai objek penyusunan karya tulis ini karena penyusun menyadari
bahwa Monumen Nasional merupakan kumpulan ilmu pengetahuan.
B. Rumusan
Masalah
1. Dimanakah
lokasi Monas ?
2. Apa Visi
dan Misi Monas ?
3. Bagaimana
sejarah Monas ?
4. Apa
manfaat bagi pengunjung ?
5. Apa saja
fasilitas Monas ?
C. Tujuan
Penulisan
Karya
tulis dengan judul “Monumen Nasional” ini disusun sebagai salah satu syarat
untuk menempuh Ujian Akhir Semester dan pada SMP Negeri 2 Satu Atap Alian. Dan
penyusun jug berharap semoga karya tulis ini mampu menambah pengetahuan serta
wawasan bagi kita semua mengenai penemuan Ilmu Pengetahuan yang sangat berharga
bagi bangsa Indonesia.
D. Sistematika
Penulisan
BAB 1 PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang
B. Rumusan
Masalah
C. Tujuan
Penulisan
D. Sistematika
Penulisan
BAB II PEMBAHASAN MASALAH
A. Lokasi
B. Visi
Peragaan Monumen Nasional
C. Program
Bagi Pengunjung
D. Manfaat
Bagi Pengunjung
E. Fasilitas
Program Monumen Nasional
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan
B. Saran
C. Kesan
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN
BAB II
PEMBAHASAN
A.Lokasi
Monumen Nasional atau MONAS
terletak di daerah.DKI Jakarta tepatnya di Jakarta Pusat,Monumen Nasional
termasuk objek wisata di DKI Jakarta. Dan Monumen Nasional termasuk pusat
pengetahuan dan sejarah kemerdekaan di Indonesia.
B.Visi dan Misi Monumen
Nasional
Visi monumen nasional adalah
terwujudnya tata pemerintahan yang baik sebagai jasa dan pusat pemerintahan
dalam rangka meningkatkan kesejahteraan dan kenyamanan. Misi yang dijalankan
adalah mengoptimalkan kapasitas kelembagaan masyarakat dalam penyelenggaraan
pembangunan dan pelayanan publik.
C .Sejarah Monumen Nasional
Monumen Nasional yang
terletak di Lapangan Monas Jakarta Pusat. Dibangun pada dekade 1920-an, Tugu
peringatan Nasional dibangun di areal seluas 80 hektar. Tugu ini diarsiteki
oleh Friedrich Silaban dan R.M.Soedarsono, mulai dibangun 17 Agustus 1961.
Pembangunan Tugu Monas bertujuan mengenang dan melestarikan perjuangan bangsa
Indonesia pada masa revolusi 1945, agar terbangkitnya inspirasi dan semangat
patriotisme generasi dan generasi mendatang.
Pembangunan Monumen Nasional
terdiri tiga tahap. Tahap pertama kurun 1991-1964 Dimulai dengan
dimulainya secara resmi pembangunan Monumen Nasional dengan Soekarno secara seremonial
menancapkan pasak beton pertama, total 284 pasak beton yang digunakan sebagai
pondasi pembangunan. Sebanyak 360 pasak bumi di tanamkan untuk pondasi museum
sejarah nasional, keseluruhan pemasangan pondasi selesai pada bulan Maret 1962.
Dinding museum didasar bangunan selesai pada bulan Oktober. Pembangun obelisk
kemudian dimulai, dan selesai pada bulan Agustus 1963.
Pembangunan tahap kedua
berlangsung pada kurun 1966-1968 akibat terjadinya gerakan 30 September 1965
(G.30.S/PKI) dan upaya kudeta. Tahap ini sempat tertunda. Tahap akhir
berlangsung pada tahun 1969-1976 dengan menambahkan diorama pada museum
sejarah, meskipun pembangunan telah selesai. Namun masalah masih saja terjadi
antara lain kebocoran air yang menggenangi museum . Monumen secara resmi dibuka
untuk umum dan diresmikan pada tanggal 12 Juli 1945 oleh Presiden RI Soekarno.
D.Manfaat Bagi Pengunjung
1. Menghayati
sejarah perjuangan Bangsa Indonesia, melalui sajian visual dari adegan diorama
diruang Monumen Nasional.
2. Memelihara
kelestarian taman Medan Merdeka dan jalur Monas yang berfungsi sebagai unsur
penunjang terhadap keagungan Monas
3. Meningkatkan
penanganan kebersihan dan keasrian taman Medan Merdeka sebagain paru-paru Ibu
Kota Jakarta
4. Pemanfaatan taman
sebagai tempat rekreasi, kegitan senam kesegaran jasmani, kesenian, kebudayaan,
dan kegiatan nasional
E. Fasilitas
monument nasional
Monumen
Nasional memiliki ruangan-ruangan yang didalamnya terdapat beberapa ruangan
yaitu ruang museum sejarah nasional,ruang kemerdekaan,pelataran puncak dan
lidah api kemerdekaan
Gambaran mengenai
ruangan-ruangan tersebut adalah sebagai berikut :
1. Ruang
Museum Sejarah Nasional

Dibagian dasar monument pada
kedalaman 3 meter dibawah permukaan tanah, terdapat museum sejarah nasional
Indonesia. Ruang besar museum sejarah perjuangan nasional dengan ukuran luas 80
x 80 meter ,dapat menampung pengunjung sekitar 500 orang. Ruangan besar
berlapis marmer ini terdapat 48 diorama pada keempat sisinya dan 3 diorama
ditengah sehingga menjadi total 51 diorama. Diorama ini menampilkan sejarah
Indonesia sejak masa prasejarah hingga masa orde baru. Diorama ini dimulai dari
sudut timur laut bergerak searah jarum jam menelusuri perjalanan sejarah
Indonesia,mulai masa prasejarah ,masa kemaharajaan kuno seperti sriwijaya dan
majapahit sisusun masa penjajahan eropa yang disusul perlawananan para pahlawan
nasional prakemerdekaan melawan VOC dan pemerintah hindia belanda. Diorama
berlangsung terus hingga masa pergerakan nasional Indonesia awal abad ke-20
penduduk jepang,perang kemerdekaan dan masa revormasi hingga masa order baru
pada masa pemerintahan Suharto.
2. Ruang
kemerdekaan

Dibagian cawan monumen terdapat ruang kemerdekaan berbentuk
amphitheater.ruangan ini dapat dicapai melalui tangga berputar dari pintu sisi
utara dan selatan.ruangan ini menyimpan symbol kenegaraan dan kemerdekaan
republic Indonesia diantaranya naskah asli proklamasi kemerdekaan Indonesia
yang disimpan dalam kotak kaa di dalam gerbang berlapis emas,lambing Negara
Indonesia peta kepulauan Negara kesatuan republic Indonesia berlapis emas dan
bendera merah putih dan dinding yang bertulis naskah proklamasi kemerdekaan
Indonesia. Didalam ruang kemerdekaan monument nasional ini di gunakaan sebagai
ruang tenang untuk mengheningkan cipta dan bermeditasi mengenang hakikat
kemerdekaan dan perjuangan bangsa Indonesia.naskah asli proklamasi
kemerdekaan Indonesia disimpan dalam kotak kaca dalam pintu gerbang berlapis
emas. Pintu mekanis ini terbuat dari perunggu seberat 4 ton berlapis emas
dihiasi ukiran bunga wijaya kusuma yang melambangkan kesucian.pintu ini
terletak pada dinding sisi barat tepat di tengah ruangan dan berlapis marmer
hitam.pintu ini dikenal dengan nama gerbang kemerdekaan yang secara mekanis
akan membuka seraya memperdengarkan
lagu”padamu negeri” diikuti kemudian oleh rekaman suara soekarno tengah
membacakan naskah proklamasi pada tanggal 17 agustus 1945.pada sisi selatan
terdapat patung garuda pancasila ,lambang Negara Indonesia terbuat dari
perunggu seberat 3,5 ton dan berlapis emas.pada sisi timur terdapat tulisan
naskah proklamasi berhuruf perunggu,seharusnya sisi ini menampilkan bendera
yang paling suci dan dikibarkan pada tanggal 17 agustus 1945.akan tetapi
karena kondisinya sudah semakin tua dan rapuh,bendera suci ini tidak
dipamerkan.sisi utara dinding marmer hitam ini menampilkan kepulauan nusantara
berlapis emas.melambangkan lokasi Negara kesatuan republic Indonesia.semua itu
sangat indah.
3. Pelataran
puncak dan api kemerdekaan

Pelataran setinggi 115 meter
tempat pengunjung dapat menikmati panorama Jakarta dari ketinggian sebuah
elevator (lift) pada pintu sisi selatan akan membawa pengunjung menuju
pelataran puncak berukuran 11 x 11 meter di ketinggian 115 meter dari permukaan
tanah.lift ini berkapasitas 11 orang sekali angkut pelataran puncak ini dapat
menampung sekitar 50 orang,serta terdapat teropong untuk melihat panorama
Jakarta lebih dekat.pada sekeliling badan elevator terdapat tangga darurat yang
terbuat dari besi.dari pelataran puncak tugu monas,pengunjung dapat menikmati
pemandangan seluruh penjuru kota Jakarta.bila kondisi cuaca cerah tanpa asap
kabut,diarah selatan terlihat dari kejauhan gunung salak di wilayah kabupaten
bogor,jawa barat,arah utara membentang laut lepas dengan pulau-pulau
kecil.dipuncak monument nasional terdapat cawang yang menompang nyala LAMPU perunggu yang
beratnya mencapai 14,5 ton dan dilapisi emas 35 kilogram. Lidah api atau obor
ini berukuran tinggi 14 meter dan berdiameter 6 meter terdiri dari 77 bagian
yang disatukan.lidah api ini sebagai symbol semangat perjuangan rakyat
Indonesia yang ingin meraih kemerdekaan.Awalnya nyala api perunggu ini di
lapisilembaran emas seberar 35 kilogram,akan untuk menyambut Indonesia pada
taun 1995, lembaran emas ini dilapisi ulang sehingga mencapai berat 50 kilogram
lembaran emas. Puncak tugu berupa”api nan tak kunjung padam “yang bermakna agar
bangsa Indonesia senantiasa memiliki semangat yang menyala-nyala dalam berjuang
dan tidak pernah surut atau padam sepanjang masa. Pelatran cawan memberikan
pemandangan bagi para pengunjung dari ketinggian 17 meter permukaan tanah.
Pelataran cawan dapat dicapai melalui elevator ketika turun dari pelataran
puncak, atau melalui tangga mencapai dasar cawan. Tinggi pelataran cawan dari
dasar 17 meter sedangkan rentang tinggi antara ruang museum sejarah kedasar
cawan adalah 8 m ( 3 m dibawah tanah ditambah 5 m tangga menuju dasar cawan). Luas
pelataran cawan yang berbentuk bujur sangkar, berukuran 45 x 45 m, semuanya
merupakan pelestarian angka keramat proklamasi kemerdekaan RI (17-08-1945).
Sebanyak 28 kg dari 38 kg emas pada obor monas tersebut merupakan sumbangan
dari Teuku Markam, seorang pengusaha Aceh yang pernah menjadi salah satu orang
terkaya di Indonesia.
4. Taman
Monas
Di taman ini Anda dapat
bermain bersama kawanan Rusia yang sengaja didatangkan dari Istana Bogor untuk
meramaikan taman ini. Selain itu Anda juga dapat berolah raga di taman ini
bersama teman ataupun keluarga. Taman monas juga dilengkapi dengan kolam air
mancur menari, ini sangat menarik untuk ditonton. Pada malam hari air mancur
akan bergerak dengan liukan yang indah
sesuai alunan lagu yang dimainkan.
Selain itu ada juga pertunjukan laser berwarna – warni pada air mancur ini.
Bagi Anda yang ingin menjaga kesehatan, selain berolahraga ditaman monas
Andapun dapat melakukan pijat refleksi secara gratis. Di taman ini disediakan
batu-batu yang cukup tajam untuk Anda pijak sambil dipijat refleksi. Ditaman
ini juga disediakan beberapa lapangan futsal dan basket yang dapat digunakan
siapapun. Jika Anda lelah berjalan kaki di taman seluas 80 hektar ini, Anda
dapat menggunakan kereta wisata. Taman ini bebas dikunjungi siapa saja dan
terbuka secara gratis untuk umum.
5. Wisata
Monas
Untuk mengunjungi monas ada
banyak jenis transportasi yang dapat Anda gunakan, jika Anda pengguna kereta
Api, Anda dapat menggunakan KRL Jabodetabek jenis express yang berhenti di
Setasiun Gambir. Andapun dapat menggunakan fasilitas transportasi Bus Trans Jakarta.
Jika Anda menggunakan kendaraan pribadi, tersedia lapangan parker khusus IRTI,
atau Anda dapat memarkir kendaraan Anda di stasiun Gambir.Untuk dapat masuk ke
bangunan Monas , Anda dapat melalui pintu masuk disekitar patung Pangeran
Diponegoro lalu Anda akan melalui loorong bawah tanah untuk masuk ke Monas.
Andapun dapat melalui pintu masuk di pelataran monas bagian utara. Jam buka
monas adalah jam 09.00 pagi hingga jam 16.00 sore. Monas dapat menjadi
salah satu pilihan Anda untuk berwisata bersama keluarga dan tempat
mendidik anak – anak untuk lebih mengenal sejarah Indonesia. Andapun dapat
menikmati udara segar dari rindangnya pepohonan di Monas. Dan jangan lupa untuk
menjaga kebersihan Taman Monas agar tetap indah untuk dinikamti siapapun.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Dari
uraian yang telah disusun dalam karya tulis berjudul “Monumen Nasional (MONAS)
Jakarta” ini dan berdasarkan apa yang telah kami peroleh dengan melihat
langsung objek tersebut, buku-buku perpustakaan dan buku-buku pelajaran maka
penyusun dapat menyimpulkan sebagai berikut :
1. Monumen
Nasional sangat mudah dijumpai pengunjung karena wujud bangunannya yang khas
dan member kesan berbeda dengan bangunan disekitarnya.
2. Monumen
Nasional menempati areal seluas 80 hektar.
3. Pembangunan
tugu Monas bertujuan untuk mengenang dan melestarikan perjuangan bangsa
Indonesia pada masa revolusi 1945.
4. Monumen
Nasional termasuk pusat pengetahuan dan sejarah kemerdekaan Indonesia, serta
sebagi objek wisata di DKI Jakarta.
5. Luas
pelataran yang berbentuk bujur sangkar semuanya merupakan pelestarian angka
keramat Prokmalasi Kemerdekaan Indonesia (17-8-1945)
6. Jam buka
Monas adalah jam 09.00 pagi dan tutup jam 16.00 sore.
7. Monas
dapat menjadi salah satu pilihan untuk berwisata sekaligus untuk mengenalkan
diri terhadap Sejarah Kemerdekaan Indonesia.
B. Saran
Memanfaatkan pengetahuan dan
sejarah Monumen Nasional (MONAS) demi kemajuan dan semangat, serta kesejahtraan
bangsa Indonesia. Kepada generasi muda dan pelajar harus cepat meraih kemampuan
demi mengejar ketertinggalan selama ini. Memanfaatkan pengetahuan ini sangat
tepat. Contohnya pada akhirnya akan menjadikan bangsa Indonesia menjadi Negara
Maju dan jadikan bangsa Indonesia kita sebagai bangsa yang besar dimata dunia.
C. Kesan
Setelah penyusun melihat dan
meninjau ke Monas, penyusun benar-benar merasakan betapa terkesan dan takjub.
Monas yang telah dibangun dengan bentuk yang tidak biasa serta sejarah –
sejarah yang begitu penting. Karena
interaksi antara pengunjung dan suasana Monumen Nasional akan memicu timbulnya
rasa keingin tahuan dan berkembangnya pengunjung tentang apa, mengapa,
bagaimana konsep dan prinsip MONAS dikembangkan untuk kesejahteraan bangsa Indonesia dan rakyat Jakarta.
DAFTAR PUSTAKA
SUMBER
0 komentar:
Posting Komentar